Lampard pensiun menjadi pesepak bola dalam 2016. Ketika itu, usianya telah menginjak 38 tahun. Selama dua tahun, Lampard menghabiskan ketika menjadi pandit pada saluran BT Sport. Tetapi, pada akhirnya, pria kelahiran Romford itu menetapkan buat banting setir ke global kepelatihan, yg adalah langkah paling logis bagi seseorang mantan pesepak bola.
Lampard, menggunakan keputusannya menjadi instruktur, sudah menampakan bahwa beliau adalah aktor sepak bola baik-baik. Dia datang menurut famili sepak bola -- ayahnya, Frank Lampard Sr., merupakan pesepak bola dan pamannya, Harry Redknapp, pun begitu --, masuk ke akademi sepak bola yang mengagumkan, punya karier cemerlang, dan kini menekuni profesi menjadi instruktur.
Tetapi, tentu saja nir seluruh orang menempuh jalan misalnya yg diambil oleh Lampard. Ada beberapa pesepak bola yang kelakuannya sama sekali tidak seperti pesepak bola, terutama sehabis pensiun. Ada beberapa menurut mereka yg terjerumus ke dunia kejahatan. Lalu, terdapat juga yang merambah ke global hiburan. Namun, ada pula yg entah bagaimana sanggup hingga ke global penegakan aturan.
Banyak sekali contoh pesepak bola yg menyeleweng ke global lain selepas pensiun. Di sini, kumparanBOLA berniat buat memperkenalkan 5 mantan pemain bola yang pilihan hidupnya paling 'ngawur' setelah gantung sepatu.
1) Fabio Rochemback - Anggota Sindikat Sabung Ayam
Ya, ini adalah keliru satu dari mereka yang kurang dekat dengan Yang Maha Kuasa sebagai akibatnya harus terjerumus ke lembah hitam. Sebagai pemain, Rochemback sebenarnya terhitung lumayan. Bakat besarnya sempat membuat Barcelona kepincut, meski akhirnya, dia nir usang berada pada sana.
Rochemback mencapai puncak karier ketika membela Sporting CP dan Middlesbrough. Bersama 2 klub itu, sosok dari Brasil ini sukses menggapai 2 final Piala UEFA secara beruntun. Sayangnya, tidak satu gelar pun berhasil beliau dapatkan.
Singkat cerita, di usianya yg semakin menua, Rochemback menetapkan buat mudik ke kampung halaman. Nah, pada sinilah dia lalu bertemu menggunakan elemen-elemen negatif yg lalu bakal mengantarkannya ke kembali jeruji. Pada 2017 kemudian, Rochemback diciduk polisi lantaran terlibat pada sindikat judi sabung ayam yang rupanya sudah dia 'tekuni' semenjak 2011, atau waktu berseragam Gremio..
2) Arjan de Zeeuw - Detektif
Nah, apabila Rochemback kemudian sebagai seseorang penjahat, hal kebalikannya terjadi pada Arjan de Zeeuw. Sebab, sesudah purna tugas menurut lapangan hijau, pemain dari Belanda ini memutuskan untuk bergabung dengan kepolisian. Saat ini, De Zeeuw yang telah berusia 48 tahun tersebut telah naik pangkat menjadi detektif atau reserse. Spesialisasinya adalah investigasi forensik.
Mungkin, langkah De Zeeuw ini sangatlah nir biasa. Sebagai pemain, dia nir pernah disebut menjadi sosok yang cerdas. Meski demikian, dengan bermain di lini belakang, mantan kapten Wigan Athletic ini diharuskan buat sanggup melihat dengan jeli adanya ancaman yg mampu menimpa tim yang beliau bela. Sebagai detektif forensik, kejelian itulah yang semestinya jadi senjata De Zeeuw.
Akan namun, sebenarnya langkah De Zeeuw buat menjadi polisi di Alkmaar ini pula sudah bisa diprediksi. Sebab, bila dipandang berdasarkan tampangnya, dia memang terlihat cocok buat menjadi seorang polisi.
3) Mathieu Flamini - Pengusaha Kaya
Apabila terdapat obrolan soal siapa pesepak bola yang paling kaya di global, kemunculan nama Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, atau David Beckham barangkali takkan mengejutkan. Mereka adalah megabintang yg, selain mendapatkan honor berdasarkan klub yg mereka bela, juga mendapat uang tak sedikit berdasarkan pihak-pihak yang mensponsori mereka. Namun, siapa sangka bila Mathieu Flamini punya potensi buat menyeruak ke daftar itu?
Flamini adalah pesepak bola yang lumayan cantik. Hebat-hebat amat nir, buruk sekali pun nir. Kemampuannya memasak bola relatif buat mengantarkannya bermain di klub-klub akbar misalnya Arsenal & Milan, tetapi tidak cukup buat membuatnya jadi pemain dengan honor termahal.
Tetapi, berdasarkan honor yg 'tidak seberapa' itu, Flamini sanggup mengolahnya menjadi keuntungan berlipat ganda. Caranya, ya, misalnya Sandiaga Uno. Menjadi pengusaha. Bedanya, Flamini buat ketika ini masih berupaya untuk membesarkan perusahaannya, dan nir menjadi calon wakil presiden.
GF Biochemicals. Itulah nama perusahaan Flamini. Perusahaan tersebut, sinkron namanya, beranjak pada bidang industri biokimia dengan menghasilkan asam levulinic. Secara sederhana, asam levulinic adalah bahan pengawet yg banyak dipakai pada kosmetik-kosmetik. Flamini telah memulai usaha ini dalam 2015 dan semenjak itu, usahanya berkembang pesat.
Dari sana, muncullah spekulasi bahwa Flamini sekarang telah menjadi miliarder. Akan tetapi, klaim itu dibantah oleh Flamini. Pria dari Prancis yang telah tidak bermain sepak bola sejak rampung membela Getafe dalam isu terkini semi 2018 lalu ini mengaku nir punya uang 30 miliar euro misalnya yang diklaim banyak orang. Namun, dari hitung-hitungan yg dilakukan sejumlah pihak pada dunia maya, harta kekayaan Flamini ditaksir mencapai 20 juta euro. Not bad.
4) Dani Osvaldo - Vokalis Band
Barangkali, Pablo Daniel Osvaldo memang tidak pernah dikenal sebagai seorang pesepak bola. Meskipun sebenarnya memiliki kemampuan oke, banyak orang yg mengeluhkan betapa malasnya Osvaldo waktu berada pada lapangan. Well, alasan di pulang kemalasan itu akhirnya terjawab ketika Osvaldo tetapkan gantung sepatu pada usia 30 tahun.
Untuk ukuran pesepak bola, usia 30 tahun terhitung masih muda buat purna tugas. Namun, bagi baku orang yg memang sudah nir niat sebagai pesepak bola, umur sekian merupakan saat yg tepat buat minggat menurut lapangan hijau dan itulah yg dilakukan Osvaldo. Di usia itu, laki-laki yang diklaim-sebut sebagai kembaran Johnny Depp ini menentukan buat menyambar mikrofon & sebagai vokalis band.
Barrio Viejo, itulah nama band rock milik Osvaldo. Sebagai vokalis, beliau punya gaya spesial yang sebenarnya sudah kerap dia tunjukkan kala masih sebagai pesepak bola. Dengan berewok yg terawat, kacamata, dan man bun, Osvaldo berubah menjadi menjadi hipster idaman gadis-gadis belia.
Saat ini, Barrio Viejo telah mempunyai satu album yg dirilis dalam 2017 silam dan salah satu orang yg membeli album tadi merupakan Lionel Andres Messi. Itulah mengapa, Osvaldo menjelaskan bahwa dia nir merindukan sepak bola sama sekali. Bahkan, sesudah berhenti sebagai pesepak bola, eks pemain Roma ini merasa bebas. Baiklah.
5) Carlos Roa - Ceritanya Panjang
Oke, kisah Carlos Roa ini memang lain dari yang lain. Sebab, mantan kiper Timnas Argentina ini sempat berhenti dari sepak bola di usia 30 tahun, namun kemudian bermain lagi sampai usianya menginjak angka 37. Hmm. Lalu, apa yg dilakukan Roa saat itu?
Well, ceritanya relatif panjang. Namun, jangan bosan dulu lantaran cerita ini sahih-sahih unik.
Pada 1999, Roa adalah galat satu kiper terbaik global. Setahun sebelumnya, dia mengantarkan Argentina melaju ke perempat final Piala Dunia. Lalu, pada demam isu 1998/99, Roa membawa Real Mallorca ke final Piala Winners. Kiprah Roa itu memantik minat Manchester United yang kabarnya telah sudi mengeluarkan uang 10 juta pounds buat memboyongnya ke Old Trafford jadi pengganti Peter Schmeichel.
Namun, United akhirnya wajib rela hanya menerima seseorang Nazi bernama Mark Bosnich. Pasalnya, di tengah ketertarikan 'Iblis Merah' itu, Roa beserta keluarganya menghilang ke pedalaman. Semua barang miliknya dia serahkan dan dia hanya membawa kebutuhan seadanya pada pedalaman tadi.
Usut punya usut, Roa melakukan itu karena percaya bahwa dunia akan segera kiamat. Milenium ketiga yg jatuh dalam 2000, dianggap pria 49 tahun tersebut, sebagai akhir berdasarkan peradaban insan di dunia. Sebagai pengikut Gereja Advent Hari Ketujuh yg saleh, Roa merasa bahwa dirinya bergelimang dosa. Itulah mengapa, dia menetapkan buat menyepi sebelum kiamat buat bertaubat.
Roa akhirnya tidak usang melakukan itu. Setelah kiamat dipastikan batal tiba pada pergantian milenium, Roa kembali ke Mallorca. Namun, sehabis kembali ke sana, beliau harus rela menjadi deputi bagi kompatriotnya, Leo Franco. Setelahnya, Roa terus bergerak di sepak bola. Bahkan, ketika ini pun dia masih sebagai pelatih.
Entahlah. Dengan keputusannya buat balik ke sepak bola itu, Roa sebenarnya tidak pernah kehilangan rasa cinta pada olahraga ini. Mungkin, saat menghilang itu beliau tidak sedang menunggu kiamat, melainkan hanya mencari cara buat tidak bergabung menggunakan klub yg berasosiasi dengan keyakinan agamanya.
***
Jadi, demikianlah. Pesepak bola, pada akhirnya, hanyalah insan biasa. Hidup mereka nir dan merta didefinisikan dari apa yg mereka perbuat di lapangan. Nyelenehnya pilihan para pesepak bola itu memberitahuakn bahwa mereka memiliki kehidupan lain yang sahih-benar tidak bersentuhan menggunakan olahraga yang membesarkan nama mereka.
Oh, ya, sebelum kami akhiri goresan pena ini, ada baiknya Anda simak dulu video klip Barrio Viejo pada bawah ini. Di kolom komentar nanti, tolong beritahu kami pendapat Anda soal lagu 'Desorden' yg mereka bawakan. Menurut pendapat kami, sih, oke. Lagipula, musik Barrio Viejo amat cocok menggunakan pembawaan Osvaldo yg cool & chic itu.
© kumparan.com
Salam Netizen







0 Komentar