Popular Posts

Ditindih Setan Hanya Dongeng Tidur atau Fakta? Ini Filmnya

Ditindih Waktu Tidur
Newstizen - Sebuah kota di Amerika Serikat dikejutkan sang pembunuhan misterius di mana korbannya mati sang cekikan makhluk gaib saat tidur.

Peristiwa ini memang bukan mengada-terdapat lantaran ada saksinya yakni seorang perempuan   dan putrinya yg menyaksikan penghilangan nyawa yg menimpa suaminya tadi karena setan tidur atau "night hag" bernama Mara.

Walaupun keduanya tetap berkata jujur, sayangnya penegak hukum enggan serius menanggapinya kecuali seseorang psikolog bernama Kate (Olga Kurylenko).

Kate malah bertanya-tanya atas penyebab kematian korban yang menurutnya dampak sindrom kelumpuhan waktu tidur yang berujung dalam kematian.

Menolak segala hal mistis dan menjunjung tinggi rasio pengetahuan, Kate berupaya pertanda bahwa kematian korban akibat gangguan kesehatan bukan lantaran ulah Mara yang senang mencekik sambil menindih korbannya saat tertidur.

Namun pandangan-pandangan ilmiahnya mulai melemah ketika Kate merasakan sendiri teror Mara. Bahkan pada satu peristiwa, setan itu hampir mencabut nyawanya waktu tidur terlelap.


© Disediakan sang PT. Tempo Inti Media , TBK
Cuplikan trailer film horor "Mara". (www.Youtube.Com)

Hal ini makin mendorong Kate buat mencari memahami lebih jauh apa yg mengakibatkan Mara timbul & bagaimana cara menghentikan terornya. Berhasilkah Kate merampungkan misteri dan teror Mara ini?

"Mara" merupakan film horor terkini karya Clive Tonge. Sang sineas berupaya menyajikan adegan-adegan jumpscare yang cukup menciptakan kaget penonton.

Sayangnya, Tonge gagal menampilkan wujud hantu yg menakutkan atau minimal menciptakan penonton ngeri melihat wujudnya. Tampilan Mara tidak lebih berdasarkan hantu bengkok yang seremnya kalah jauh menurut penampakan kuntilanak atau suster ngesot.

Selain itu plot "Mara" sangat lemah & cenderung melompat-lompat. "Mara" tidak berhasil membentuk kisah yg utuh mengenai mengapa korbannya ditandai dengan mata yang merah seperti kurang tidur atau sakit mata.

Bahkan film ini pula tak bisa menghadirkan kisah asal muasal munculnya "Mara" yang katanya asal berdasarkan abad 400 SM dan sejak itu banyak memakan korban jiwa.

Penampilan aktris Olga Kurylenko jua tidak menonjol dalam film itu. Akting Olga hanya terlihat misalnya wanita yg ketakutan misalnya melihat setan, sebuah performa yang mungkin dianggap biasa-biasa saja oleh penonton.

Toh dari beragam kekurangan yang dimilikinya, "Mara" boleh dibilang film horor yang cukup berani memadukan unsur ilmiah menggunakan supernatural. Film ini berupaya mengangkat kenyataan tewas waktu tidur yg berdasarkan cerita rakyat karena "ditindih setan" atau mengapa tubuh manusia yg tertidur bisa terangkat dengan gampang.

"Mara" berupaya menjawab hal ini menggunakan pandangan apakah fenomena "ditindih setan" ketika tidur merupakan kenyataan murni supernatural atau ilmiah? Tapi sayangnya lagi-lagi jawaban yang dihadirkan sangat menggantung.

Dibintangi oleh aktris Hollywood Olga Kurylenko dan sederet bintang-bintang lainnya, "Mara" akan siap membuat penonton Indonesia tidak mau tidur setelah menyaksikan film ini.

© tempo.co

Salam Netizen

Posting Komentar

0 Komentar